Sabtu, 21 Maret 2015

Hati siapa yang tak sakit hati mengetahui istrinya berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL). Apalagi, perselingkuhan itu disaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

Itulah yang dialami Basri Firmansyah alias Abbas (27) warga Jalan KH Azhari, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Dia naik pitam hingga menusuk Slamet (23), pasangan selingkuh istrinya berinisial TW (23). 

Namun, ulahnya itu membuat Abbas ditangkap polisi karena korban melapor atas tuduhan penganiayaan. Bahkan, kaki tersangka ditembak polisi karena melawan.

Kepada petugas, tersangka Abbas mengaku sakit hati begitu memergoki keduanya sedang bercumbu di sebuah pos satpam di Jalan Ki Marogan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (20/3) dini hari. Dalam keadaan emosi, tersangka yang berprofesi sebagai sopir bus kota itu langsung menghujamkan bogem mentah ke wajah Slamet. Slamet mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya dan berusaha menghujamkan ke tubuh tersangka.

Rupanya, tersangka mengelak dan berhasil meraih pisau milik Slamet. Tersangka pun menusukkan pisau itu ke tubuh korban sebanyak empat lobang di bagian dada dan punggung. 

Korban terkapar sementara istri tersangka hanya duduk termangu melihat kondisi itu.
Tak puas melukai korban, tersangka mengambil handphone dan jam tangan milik korban. 

Barang-barang itu dijualnya untuk membeli sabu dengan alasan membuat pikirannya tenang.
"Saya pergoki, lihat dengan mata kepala sendiri. Istri dan dia (korban) sedang berciuman. Eh, dia malah mau nusuk saya," ungkap tersangka Abbas di Mapolresta Palembang, Sabtu (21/3).

Dikatakannya, perselingkuhan itu diketahui karena curiga istrinya selalu mengirimkan pesan SMS kepada korban untuk mengajak bertemu. Begitu diselidiki, ternyata keduanya menjalani hubungan asmara.

"Sudah lama, malah istri saya jarang pulang, katanya nemuin keluarga, enggak tahunya mesraan dengan pria lain," kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengungkapkan, tersangka ditangkap di rumahnya, Jumat (20/3) malam. Selain kasus penganiayaan, tersangka juga diselidiki dalam kasus narkoba.

"Dari pengakuannya, tersangka beli sabu hasil penjualan barang-barang korban. Kasus ini tetap kita kembangkan," pungkasnya.

Sumber : www.merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar