Rabu, 03 September 2014

Di Sorong, Mati Listrik Bisa 10 kali Sehari

    ILUSTRASI
Liputan6.com, Sorong - Di tengah keluhan para masyarakat di Pulau Jawa yang memprotes kenaikan tarif dasar listrik yang mulai efektif per 1 September 2014 kemarin, warga Sorong, Papua Barat hingga saat ini justru dihadapkan dengan seringnya mati listrik. Bahkan, pemadaman bisa terjadi lebih dari satu kali dalam sehari.

Manager Sub Logistik Packing Plan Sorong PT Semen Indonesia, Choiru Zaki mengungkapkan, seringnya mati listrik tersebut  membuat biaya operasional para pelaku industri meningkat.

"Di sini setiap hari malah bisa mati listrik sampai 10 kali per harinya, kalau begini terus ini yang membuat biaya operasional kami membengkak," ungkapnya ketika ditemui di kantor Packing Plan Semen Indonesia, Sorong, Papua Barat, Rabu (3/9/2014).

Zaki menambahkan pabriknya kini memang sudah memiliki genset yang secara otomatis dapat menggerakkan mesin-mesin pabrik meski dalam kondisi mati lampu.

Namun begitu, mengingat langkanya solar di Sorong, hal itu menjadikan Zaki terpaksa selalu membeli solar sebanyak 200 liter setiap 10 hari.

"Solar kalau mati listrik 50 liter itu hanya bisa jalankan genset selama 4 jam, tapi memang kami beli solar non subsidi, agak susah nyarinya, kami harus beli di kota," tegasnya.

Sebagai pelaku industri, Zaki berharap pembangunan Indonesia Timur yang sedang dicanangkan pemerintah dapat terus di lakukan dan dipercepat mengingat pasar Semen di Papua masih sangat besar. (Yas/Gdn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar